MENU

Mobile Apps

Tolak Tambang PT Vale, Ribuan Petani Loeha Raya Padati Deklarasi: Tanah Ini Warisan Leluhur, Bukan Milik Asing

Sunday, September 28, 2025, September 28, 2025 WIB Last Updated 2025-09-28T16:02:48Z

 

Luwu Timur, Kompas Jurnal – Ribuan warga Loeha Raya memadati Desa Rante Angin, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, untuk mengikuti Deklarasi Tolak Tambang PT Vale, Minggu (28/09/2025).

Acara ini mengadakan inisiatif Asosiasi Petani Ladah (APL) sebagai bentuk penegasan sikap petani Loeha Raya yang menolak rencana penambangan nikel di wilayah mereka. Para petani menyuarakan rasa kecewa sekaligus ketidakpercayaan terhadap pemerintah yang dinilai lebih berpihak pada perusahaan tambang.

Ketua APL, Ali Kamri, dalam orasinya menyampaikan bahwa tanah di Loeha Raya adalah warisan nenek moyang yang harus dilestarikan.
“Tanah ini milik nenek nenek moyang kita, bukan milik perusahaan asing. Kita berhak mempertahankan apapun nyawa taruhannya. Jangan mau diintimidasi oleh pihak mana pun. Kita berhak melawan demi menjaga tanah leluhur kita,” tegas Ali Kamri.
Ia menambahkan, deklarasi ini dilakukan untuk mempublikasikan kepada pemerintah dan PT Vale bahwa petani Loeha Raya tetap konsisten menolak kehadiran tambang dalam bentuk apa pun.
“Petani ladah tidak akan memberikan sedikitpun celah tambang kepada. Kami sudah sejahtera dengan bertani,” sambungnya.
Seruan tersebut mendapat Berbagai sorak dan yel-yel dari ribuan warga yang hadir, menandakan komitmen bersama dalam menolak rencana peluncurannya.

Suasana deklarasi berlangsung penuh semangat dan keakraban, dengan warga secara tegas menyatakan akan terus menggalang perjuangan mereka. Mereka menilai aktivitas penambangan berpotensi merusak lingkungan, merugikan pertanian lada, serta mengancam kehidupan sosial masyarakat Loeha Raya.

Redaksi: Asis

Editor:Agl

Komentar

Tampilkan

  • Tolak Tambang PT Vale, Ribuan Petani Loeha Raya Padati Deklarasi: Tanah Ini Warisan Leluhur, Bukan Milik Asing
  • 0

Bitcoin