MENU

Mobile Apps

Posyandu Kucing hingga Tas Mantri, Tiga Inovasi Unggulan Lamongan Lolos Final KOVABLIK Jatim 2025

Thursday, November 27, 2025, November 27, 2025 WIB Last Updated 2025-11-27T15:17:42Z

 

Lamongan, Kompas Jurnal – Tiga inovasi milik Pemerintah Kabupaten Lamongan berhasil masuk finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.

Inovasi ketiga tersebut yaitu Posyandu Kucing milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Megilan Entrepreneur (Megpreneur) yang digagas oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan, serta Disabilitas Mandiri Terlindungi (Tas Mantri) dari Puskesmas Turi Lamongan.

Masing-masing inovasi memiliki tujuan spesifik dan dampak nyata bagi masyarakat.
Posyandu Kucing fokus pada layanan kesehatan hewan secara gratis dan rutin, khususnya kucing, guna mencegah penyakit zoonosis (penyakit dari hewan ke manusia) sekaligus meningkatkan kesejahteraan hewan peliharaan.
Megpreneur bertujuan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sementara itu, inovasi Tas Mantri dirancang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas melalui pemberdayaan keluarga sebagai caregiver untuk perawatan di rumah.

Selain meningkatkan kualitas layanan, inovasi ketiga tersebut juga selaras dengan dokumen perencanaan daerah, mulai dari RPJMD Kabupaten Lamongan, 15 program prioritas, Renstra, RIPJ-PID, hingga RKPD.
“Seluruh inovasi di Kabupaten Lamongan didukung oleh Peraturan Daerah dan selaras dengan RPJMD, lima belas program prioritas, Renstra, RIPJ-PID, dan RKPD. Tujuan utamanya adalah memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomis,” ujar Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, saat memaparkan inovasi Posyandu Kucing, Kamis (27/11) di Ruang Command Center Pemkab Lamongan lantai 3 secara berani.
Posyandu Kucing terbukti memberikan dampak yang signifikan. Hingga saat ini terdapat 1 UPT Puskeswan dan 9 Puskeswan yang dilengkapi dokter hewan dan paramedis veteriner. Sebanyak 937 hewan telah mendapatkan layanan, mulai vaksin rabies, pengobatan, obat cacing, sterilisasi, hingga layanan kesehatan lainnya.
“Inovasi Posyandu Kucing tidak hanya menyasar hewan peliharaan, tetapi juga pembohong hewan. Kegiatan kami lakukan di ruang publik hingga perumahan warga. Dengan semakin meningkatnya gaya hidup pecinta hewan, potensi UMKM pet care juga ikut tumbuh. Ke depan bisa kita arahkan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) untuk bergerak di sektor pet care,” jelas Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Inovasi Megpreneur juga menunjukkan dampak ekonomi yang jelas. Rata-rata omzet pelaku usaha peserta program mengalami peningkatan:
• Tahun 2022: Rp3,5 juta
• Tahun 2023: Rp4,5 juta
• Tahun 2024: Rp5,8 juta
Program ini telah mengikutsertakan 155 tim inkubasi, dengan pengelompokan sektor agribisnis, kuliner, fesyen, industri kreatif, pariwisata, hingga layanan jasa.

Sementara itu, inovasi Tas Mantri memberikan layanan Home Care Service (HCS) dua kali setiap minggu, pelatihan caregiver dua kali dalam setahun, serta bantuan alat penunjang kesehatan seperti tensimeter, alat bantu mobilisasi, dan laboratorium peralatan sederhana kepada 15 penerima manfaat setiap tahun.

Dengan lolosnya tiga inovasi tersebut sebagai finalis KOVABLIK, Lamongan kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang konsisten mendorong kreativitas, inovasi pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Redaksi: Yoyon

Editor:Agl

Komentar

Tampilkan

  • Posyandu Kucing hingga Tas Mantri, Tiga Inovasi Unggulan Lamongan Lolos Final KOVABLIK Jatim 2025
  • 0

Bitcoin