Home /
Daerah
News
Fakta di Balik Meninggalnya Ahwa di Surabaya: Bukan karena Penggusuran, Melainkan Kelelahan
Fakta di Balik Meninggalnya Ahwa di Surabaya: Bukan karena Penggusuran, Melainkan Kelelahan
kompas jurnal news
Tuesday, December 30, 2025, December 30, 2025 WIB
Last Updated
2025-12-30T15:36:39Z
Surabaya, Kompas Jurnal – Klaim yang beredar luas di media sosial terkait meninggalnya seorang kakek bernama Ahwa yang disebut-sebut akibat penggusuran di wilayah Surabaya dipastikan tidak benar. Warga setempat bersama perangkat lingkungan meluruskan fakta kejadian yang sebenarnya.
Peristiwa tersebut bermula dari tunggakan sewa rumah yang telah berlangsung cukup lama. Persoalan itu kemudian dimediasi di Polsek Bubutan dengan melibatkan perangkat kelurahan, kecamatan, serta unsur RT dan RW setempat. Dari hasil mediasi tersebut, disepakati secara tertulis bahwa rumah akan dikosongkan dalam waktu sepuluh hari.
Ahwa diketahui meninggal dunia pada 12 November 2025, atau sepuluh hari setelah kesepakatan mediasi dibuat. Ketua RT setempat, Agustinus Setyo Jayadi, menjelaskan bahwa pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, Ahwa mendadak pingsan saat memindahkan barang-barang pribadinya.
“Warga langsung memberikan pertolongan dan segera memanggil ambulans untuk membawa yang bersangkutan ke RSUD Dr. Soewandie,” jelas Agustinus.
Namun, setibanya di rumah sakit, Ahwa dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB. Berdasarkan keterangan medis dan saksi di lapangan, penyebab meninggalnya Ahwa adalah kelelahan fisik, bukan akibat kekerasan atau tekanan dari pihak mana pun.
Hal senada disampaikan Ketua RW 02, Suyono, yang menegaskan bahwa tidak terjadi keributan, bentrokan fisik, maupun tindakan penggusuran paksa di lokasi kejadian. Bahkan, pemilik rumah disebut telah menawarkan bantuan kendaraan untuk membantu proses pemindahan barang.
“Tidak ada intimidasi. Semua berjalan secara musyawarah dan kekeluargaan,” tegas Suyono.
Dengan demikian, informasi yang menyebutkan bahwa kematian Ahwa disebabkan oleh penggusuran atau tekanan pihak tertentu dipastikan keliru dan menyesatkan. Warga berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.
Redaksi: Asis
Editor:Agl
Komentar
- Fakta di Balik Meninggalnya Ahwa di Surabaya: Bukan karena Penggusuran, Melainkan Kelelahan
- 0
