MENU

Mobile Apps

Keluarga Korban Dugaan Malapraktik di Way Kanan Intimidasi Oknum Nakes dan Wartawan Gadungan

Monday, December 22, 2025, December 22, 2025 WIB Last Updated 2025-12-22T15:42:23Z

LAMPUNG, Kompas Jurnal — Keluarga korban dugaan malapraktik medis di Kabupaten Way Kanan mengaku mengalami intimidasi yang diduga dilakukan oleh oknum bidan serta oknum yang mengatasnamakan media iNews TV, dengan menyertakan beberapa tenaga medis, termasuk dokter. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (22/12/2025).

Korban atas nama Petrus Sudiono dilaporkan meninggal dunia beberapa saat setelah mendapatkan tindakan medis berupa pemberian obat sirup oleh oknum bidan berinisial SR, serta tindakan pemberian obat melalui dubur yang dilakukan oleh seorang perawat berinisial Anto.

Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya menjalani perawatan di sebuah tempat yang diduga menjadi lokasi praktik bidan tersebut. Di tempat praktik itu juga terdapat seorang perawat berinisial AN, yang diketahui merupakan suami dari Bidan SR dan turut membantu sebagai tenaga perawat.

Di tengah suasana keluarga korban duka, diduga seorang oknum yang mengaku sebagai wartawan dari iNews TV mendatangi rumah duka. Oknum tersebut termasuk meminta pihak keluarga untuk membuat surat perjanjian perdamaian antara keluarga korban dan pihak yang diduga terlibat dalam dugaan malapraktik yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Selang beberapa waktu setelah keluar dari rumah korban, oknum tersebut kembali datang dan meminta keluarga korban menandatangani sebuah dokumen yang disebut sebagai surat perdamaian. Setelah dokumen tersebut ditandatangani, oknum yang mengaku wartawan tersebut kembali meninggalkan rumah korban.
Namun, tidak lama berselang, oknum tersebut kembali lagi ke rumah korban dengan membawa serta oknum bidan yang kebetulan melakukan malapraktik, didampingi beberapa tenaga kesehatan seprofesi, serta turut hadir seorang dokter berinisial ANK.
“Kami sangat menyesali kejadian yang menimpa orang tua kami hingga meninggal dunia, yang kami duga akibat kelalaian oknum bidan SR,” ujar RN, anak korban, saat dimintai keterangan oleh awak media.
Sementara itu, masyarakat sipil pemerhati hukum mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dua hal sekaligus, yakni dugaan malapraktik medis yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, serta dugaan intimidasi terhadap keluarga korban yang sedang tenteram.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak oknum bidan, tenaga medis terkait, maupun pihak yang diduga melakukan intimidasi. Aparat kepolisian diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk memastikan perlindungan hukum bagi keluarga korban serta menjamin proses hukum berjalan secara transparan, objektif, dan berkeadilan.

Redaksi: Team

Editor:Agl

Komentar

Tampilkan

  • Keluarga Korban Dugaan Malapraktik di Way Kanan Intimidasi Oknum Nakes dan Wartawan Gadungan
  • 0

Bitcoin