MENU

Mobile Apps

Proyek Plengsengan Lamongan Disorot: Pekerja Mogok Kerja Akibat Gaji Tertunggak, Kades Keyongan Ikut Kena Imbas Tagihan Utang Warung

Monday, December 8, 2025, December 08, 2025 WIB Last Updated 2025-12-08T14:41:42Z

 

Lamongan, Kompas Jurnal — Proyek pembangunan plengsengan yang melintas dari Desa Keyongan hingga Desa Patihan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, menuai sorotan publik. Hingga kini, belum diketahui secara pasti sumber anggaran proyek tersebut, namun beberapa keterangan menyebutkan bahwa proyek berasal dari APBN 2025 dengan BBWS Bengawan Solo sebagai penanggung jawab sektor dan Hutama Karya sebagai pelaksana lapangan. Senin (08/12/2025).

Sejumlah pekerja bangunan mengeluhkan bahwa mereka belum menerima gaji lebih dari dua minggu, meskipun sebelumnya dijanjikan pembayaran dilakukan setiap pekan. Akibat kondisi tersebut, beberapa pekerja terpaksa berutang kepada tetangga untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga.
“Sepeserpun belum menerima upah dari pekerjaan yang sudah saya laksanakan, Mas. Padahal janji awalnya dibayar seminggu sekali. Ini sudah 2 minggu lebih belum digaji,” ungkap salah satu kuli kepada awak media.
Upaya konfirmasi dilakukan kepada Pemerintah Desa Keyongan. Kepala Desa Keyongan, Maftuhin, membenarkan bahwa imbas persoalan gaji tersebut turut dirasakan olehnya. Ia mengungkapkan bahwa ada pemilik warung yang menagih hutang makan dan rokok dari para pekerja kepada dirinya.
“Saya juga kena dampaknya, Mas. Pemilik warung nagih ke saya, padahal saya tidak tahu apa-apa. Katanya, kuli yang kerja di proyek plengsengan hutang makan dan rokok, lalu diminta menagih ke Pak Kades. Sekarang kulinya kabur," jelas Maftuhin.
Awak media kemudian menelusuri lebih jauh dan mendapatkan nama Bowo, yang disebut-sebut turut terlibat dalam pelaksanaan proyek tersebut. Saat dihubungi via WhatsApp dan ditanya mengenai keterlambatan pembayaran gaji pekerja, dirinya menyatakan bahwa hal tersebut bukan lagi menjadi kewenangannya.
“Mengenai gaji kuli, itu sudah diserahkan kepada bagian pekerja dan tidak ada hubungannya lagi dengan pihak kantor, Mas,” ujarnya.
Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan kondisi di lapangan. Ketidaksesuaian informasi ini menimbulkan dugaan adanya hal yang sengaja ditutup-tutupi dari publik.

Sementara itu, aktivitas pengerjaan proyek plengsengan di lokasi diketahui telah terhenti dalam beberapa hari terakhir. Meski beberapa pihak menyebutkan bahwa hal itu disebabkan banjir, sejumlah pekerja menegaskan bahwa mereka mogok kerja akibat belum menerima gaji sampai berita ini diterbitkan.
“Kami sengaja tidak bekerja karena gaji kami belum diberikan,” tegas salah satu pekerja.
Redaksi: Yoyon

Editor:Agl

Komentar

Tampilkan

  • Proyek Plengsengan Lamongan Disorot: Pekerja Mogok Kerja Akibat Gaji Tertunggak, Kades Keyongan Ikut Kena Imbas Tagihan Utang Warung
  • 0

Bitcoin