MENU

Mobile Apps

PT Indoseafood Berkomitmen Benahi Sistem Limbah dalam Tiga Bulan, Aktivitas Warga di Sekitar Pabrik Terpantau Normal

Wednesday, December 24, 2025, December 24, 2025 WIB Last Updated 2025-12-24T15:40:24Z

 

REMBANG, Kompas Jurnal – Isu pengelolaan limbah industri kembali menjadi sorotan publik. Pengelolaan limbah yang tidak tepat berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat, sehingga perlu disikapi secara serius dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Belakangan ini, ramai pemberitaan di media sosial terkait dugaan persoalan limbah di salah satu perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yakni PT Indoseafood. Menyikapi hal tersebut, perusahaan bersama pihak terkait telah mencapai kesepakatan untuk melakukan pembenahan sistem pengelolaan limbah.

Dalam kesepakatan tersebut, pihak perusahaan meminta waktu tiga bulan ke depan untuk melakukan perbaikan penanganan limbah secara menyeluruh dengan melibatkan tenaga ahli. Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk mengelola limbah secara profesional agar hasil olahan air limbah dapat dimanfaatkan secara aman dan bernilai ekonomi, termasuk untuk kepentingan sosial.

Kabupaten Rembang sendiri dikenal sebagai salah satu daerah yang diminati investor untuk mendirikan usaha. Kehadiran industri diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun demikian, pengelolaan lingkungan tetap menjadi aspek penting yang harus diperhatikan agar keberadaan industri tidak menimbulkan dampak negatif.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, tim investigasi Radar CNN melakukan monitoring langsung ke lokasi pada Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, bertempat di area sekitar perusahaan di Desa Banyudono, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas warga di sekitar area belakang perusahaan masih berjalan normal. Bahkan, sejumlah warga terlihat memanfaatkan lokasi tersebut untuk memancing ikan.

Salah seorang pemancing, Prawoto, warga Sugihan, Kabupaten Rembang, mengaku sering memancing di lokasi tersebut karena ikan mudah didapat.
“Saya senang memancing di belakang pabrik karena ikannya banyak, Mas,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama bertahun-tahun memancing di lokasi tersebut, dirinya belum pernah melihat ikan mati akibat dugaan pencemaran.
“Kalau airnya mengandung sisa protein, biasanya ikan justru mendekat. Selama ini aman-aman saja,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kasdin, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Sulang. Ia mengaku hampir setiap sore memancing di area yang sama.
“Ikannya banyak dan mudah didapat asal umpannya pelet,” terangnya.
Sementara itu, seorang warga lain yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa dirinya mengetahui adanya kesepakatan antara perusahaan dan pemerintah daerah terkait pembenahan limbah.
“Setahu saya, sudah ada kesepakatan perusahaan diberi waktu tiga bulan untuk memperbaiki pengelolaan limbah. Kalau saya lihat di sini, tanaman juga subur,” ungkapnya.
Ia juga menyebut aktivitas ekonomi warga sekitar masih berjalan, termasuk mencari biawak yang kemudian dijual ke pengepul untuk menambah penghasilan keluarga.

Hingga saat ini, Radar CNN akan terus melakukan pemantauan dan menunggu realisasi komitmen perusahaan dalam melakukan pembenahan pengelolaan limbah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Redaksi: Johan

Editor:Agl

Komentar

Tampilkan

  • PT Indoseafood Berkomitmen Benahi Sistem Limbah dalam Tiga Bulan, Aktivitas Warga di Sekitar Pabrik Terpantau Normal
  • 0

Bitcoin