Home /
Daerah
News
Soroti Dugaan Monopoli, Pengusaha Lokal Desak Pabrik Semen Rembang Berdayakan PBM Daerah di Terminal Sluke
Soroti Dugaan Monopoli, Pengusaha Lokal Desak Pabrik Semen Rembang Berdayakan PBM Daerah di Terminal Sluke
kompas jurnal news
Saturday, December 20, 2025, December 20, 2025 WIB
Last Updated
2025-12-20T16:25:08Z
Rembang, Kompas Jurnal — Aktivitas di Pelabuhan Rembang, khususnya Terminal Sluke, terus menunjukkan geliat positif. Namun di balik aktivitas tersebut, muncul keluhan dari kalangan pengusaha lokal yang menilai manfaat ekonomi dari keberadaan industri besar belum dirasakan secara merata oleh warga setempat.
Ketua DPP BRANDAL ALIF, Arif, yang juga merupakan pengusaha lokal, menegaskan bahwa keberadaan pelabuhan dan industri besar di sekitarnya semestinya menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat Rembang.
“Pelabuhan harus bisa meningkatkan ekonomi rakyat Rembang,” tegas Arif dalam pernyataannya.
Namun, menurut Arif, realitas di lapangan justru menunjukkan kondisi sebaliknya. Ia menilai banyak pihak dari luar daerah yang menikmati keuntungan, sementara pengusaha lokal hanya menjadi penonton.
“Saya melihat saat ini justru orang-orang luar Rembang yang mendapat banyak manfaat, sedangkan orang lokal masih tersisih. Kondisi ini seakan dikuatkan oleh kegiatan Pabrik Semen Rembang,” ujarnya.
Keluhan utama Arif tertuju pada sistem pemberian pekerjaan bongkar muat di pabrik semen milik negara tersebut. Ia menyebutkan bahwa meskipun terdapat banyak Perusahaan Bongkar Muat (PBM) milik pengusaha lokal, kontrak kerja justru hanya diberikan kepada satu PBM tertentu.
“PBM milik pengusaha lokal sangat banyak, tetapi yang ditunjuk pabrik semen hanya PBM Pualam. Tolong PBM lokal juga diberi dukungan dan kesempatan. Kondisi ini mengindikasikan adanya monopoli dan sikap arogansi,” tandasnya.
Arif mengingatkan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pabrik Semen Rembang memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memberdayakan pelaku usaha lokal.
“Ini sekadar mengingatkan. Sebagai perusahaan negara, pabrik semen memiliki kewajiban memberdayakan pengusaha lokal,” tambahnya.
Ia pun menantang pihak pabrik untuk menyusun mekanisme kerja yang lebih adil dan inklusif, sehingga seluruh PBM yang ada di Rembang dapat memperoleh kesempatan yang sama.
“Mekanismenya seperti apa, seharusnya pabrik semen bisa mengatur. Yang penting semua PBM di Rembang ini bisa mendapat pekerjaan,” tegas Arif.
Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa pengusaha lokal siap memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan perusahaan.
“Kalau memang ada syarat tertentu agar PBM lokal bisa bekerja sama dengan pabrik semen, kami siap mengikuti. Kami profesional,” katanya.
Sebagai penutup, Arif menyampaikan pesan moral kepada pihak korporasi agar tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan bisnis.
“Anggap saja ini sebagai kontribusi pabrik semen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing PBM lokal. Jangan hanya berpikir bisnis saja,” pungkasnya.
Protes tersebut menyoroti pentingnya pemerataan manfaat pembangunan serta penerapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang benar-benar menyentuh pelaku usaha kecil dan menengah di wilayah operasional perusahaan. Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Pabrik Semen Rembang belum memberikan tanggapan resmi.
Redaksi: Zainuri
Editor:Agl
Komentar
- Soroti Dugaan Monopoli, Pengusaha Lokal Desak Pabrik Semen Rembang Berdayakan PBM Daerah di Terminal Sluke
- 0
