MENU

Mobile Apps

Warga Kecewa, Penahanan Ulang Motor oleh Polsek Sukolilo Usai Operasi Jogoboyo Diduga Tak Prosedural

Sunday, December 21, 2025, December 21, 2025 WIB Last Updated 2025-12-21T15:30:10Z

 

Surabaya, Kompas Jurnal — Dugaan ketidaksinkronan antara Kapolsek Sukolilo dan jajaran petugas kembali mencuat dalam pelaksanaan Operasi Jogoboyo yang digelar pada Sabtu (20/12/2025) dini hari di Jalan Klampis Ngasem, Surabaya. Penanganan sebuah sepeda motor milik warga Tuwowo, Surabaya, yang sebelumnya telah dinyatakan selesai, justru berujung pada penahanan ulang tanpa kejelasan prosedur.

Berdasarkan keterangan keluarga, Rd diketahui hanya berada di lokasi sebagai penonton. Sekitar lima menit sebelum operasi berlangsung, situasi mendadak ricuh akibat sejumlah orang berlarian ketakutan. Dalam kondisi tersebut, Rd ikut terjaring oleh petugas meski tidak terlibat langsung dalam aktivitas yang menjadi sasaran operasi.

Peristiwa bermula sekitar pukul 02.00 WIB ketika sepeda motor Honda Vario putih bernopol L 3268 SI milik Rd diamankan petugas. Namun, sekitar pukul 03.48 WIB di Mapolsek Sukolilo, Rd beserta sepeda motornya dikeluarkan setelah dibuatkan surat pernyataan dan dilakukan dokumentasi resmi bersama petugas kepolisian. Orang tua Rd menilai proses tersebut menandakan bahwa persoalan telah selesai secara administratif maupun hukum.

Situasi berubah pada sekitar pukul 11.00 WIB, ketika dua petugas Polsek Sukolilo mendatangi rumah Rd. Salah satu petugas disebut bernama Bripka Yanuar. Dengan alasan keperluan dokumentasi foto, Rd diminta kembali ke Mapolsek Sukolilo sambil membawa sepeda motornya. Namun, setibanya di kantor polisi, sepeda motor tersebut justru kembali diamankan dan ditahan.

Saat dikonfirmasi, Kanit Sabhara Polsek Sukolilo, Iptu Zainullah, menyampaikan bahwa pihak keluarga diminta datang kembali ke Polsek Sukolilo pada hari Senin untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Sementara itu, Kapolsek Sukolilo, Kompol Sigit, menyatakan masih akan berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya karena tengah melaksanakan pengamanan kegiatan sepak bola di GOR Gelora Bung Tomo.

Orang tua Rd, AW (inisial), mengaku kecewa dan merasa dipermalukan atas tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan telah diselesaikan menjelang subuh dengan adanya surat pernyataan dan dokumentasi resmi.
“Saya tidak bisa menerima perlakuan ini. Anak saya diperlakukan seolah-olah pelaku curanmor. Warga sekitar banyak yang melihat dan berkerumun. Kami menduga tindakan ini telah mencemarkan nama baik keluarga kami,” tegas AW.
Rd berharap adanya klarifikasi terbuka serta evaluasi internal di tubuh Polsek Sukolilo agar kejadian serupa tidak terulang dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri tetap terjaga.

Redaksi: Asis

Editor:Agl

Komentar

Tampilkan

  • Warga Kecewa, Penahanan Ulang Motor oleh Polsek Sukolilo Usai Operasi Jogoboyo Diduga Tak Prosedural
  • 0

Bitcoin