Home /
Daerah
News
Kemendagri Kirim 1.132 Praja IPDN ke Aceh Tamiang untuk Pulihkan Pemerintahan Pasca-Bencana
Kemendagri Kirim 1.132 Praja IPDN ke Aceh Tamiang untuk Pulihkan Pemerintahan Pasca-Bencana
kompas jurnal news
Saturday, January 3, 2026, January 03, 2026 WIB
Last Updated
2026-01-04T13:44:04Z
Tangerang, Kompas Jurnal - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberangkatkan 1.138 siswa atau praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh Tamiang untuk mempercepat proses pemulihan pemerintah daerah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Para praja ini diberangkatkan dalam tiga kloter. Dalam pemberangkatan pertama hari ini, ada sebanyak 413 siswa yang berangkat.
Sementara itu, sisanya akan berangkat besok, Minggu pagi.
Tito mengatakan, seluruh murid yang ditugaskan akan lengkap berada di Aceh Tamiang pada Senin (5/1/2026). “Jadi totalnya 1.138.Yang tanggal 5 nanti, insyaallah nanti sudah lengkap ada di sana,” kata Tito.
Berdasarkan laporan Rektor IPDN Halilul Khairi, ada enam orang murid yang tidak diangkat karena tidak lolos pemeriksaan kesehatan. Beberapa dari mereka menunjukkan gejala penyakit demam berdarah.
Tito menjelaskan, 1.132 praja IPDN ini akan dikhususkan untuk membantu proses pemulihan pemerintah daerah di Aceh Tamiang.
Apa yang akan mereka kerjakan di Tamiang? Para praja dibekali dengan beberapa peralatan, termasuk sekop dan cangkul, untuk membantu membersihkan lumpur yang masih merendam kantor kabupaten dan pemerintahan lainnya.
"Satu membangkitkan pemerintahan, terutama kabupaten dulu. Bersih-bersih di sana. Maka mereka membawa alat, senjata mereka alat pembersih: mengotori, ya, lalu cangkul," kata Tito.
Selain membantu membersihkan kantor kabupaten, praja IPDN ini juga ditugaskan untuk membantu aparatur setempat untuk memulihkan pelayanan publik di desa-desa.
”Lebih dari 200 di sana yang belum beroperasi. Dukcapil, layanan publik yang lain, itu harus bisa dihidupkan kembali,” lanjut Tito.
Penyugasan ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan.
Jika diperlukan, pengugasan yang dianggap sebagai kuliah kerja nyata (KKN) ini bisa memperpanjang jangka waktunya. Tito mengatakan, penugasan praja ini dimasukkan ke dalam kurikulum IPDN.
“Kita menganggap ini sebagai bagian kerja nyata, kuliah kerja nyata. Kuliah yang benar-benar nyata. Kenapa? Karena mereka akan berhadapan langsung dengan masalah. Dan kemudian, ini bukan masalah kecil, masalah yang menjadi atensi nasional dan internasional,” imbuhnya.
Jika pelayanan publik di Aceh Tamiang sudah pulih, para praja IPDN ini kemungkinan akan ditugaskan ke kabupaten tetangga yang masih membutuhkan personel tambahan.
Redaksi: Team TNG
Editor: Agl
Komentar
- Kemendagri Kirim 1.132 Praja IPDN ke Aceh Tamiang untuk Pulihkan Pemerintahan Pasca-Bencana
- 0
