MENU

Mobile Apps

Napak Tilas Satu Abad NU: Ribuan Jamaah Iringi Penyerahan Simbolik Tongkat dan Tasbih ke Tebuireng

Monday, January 5, 2026, January 05, 2026 WIB Last Updated 2026-01-05T15:43:43Z

 

JOMBANG, Kompas Jurnal – Semangat peringatan satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) bergema kuat di Jawa Timur. Ribuan jamaah Nahdliyyin dari berbagai daerah, termasuk perwakilan Perjuangan Wali Songo Indonesia–Laskar Sabilillah (PWI-LS), mengikuti kegiatan Napak Tilas Pendirian NU yang digelar pada Minggu (4/1/2026).

Kegiatan ini merupakan reka ulang perjalanan bersejarah KH As’ad Syamsul Arifin saat mengantarkan isyarah berupa tongkat dan tasbih dari Syaikhona KH Cholil Bangkalan kepada KH Muhammad Hasyim Asy’ari di Tebuireng pada tahun 1926 silam, yang menjadi penanda lahirnya Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Perjalanan spiritual tersebut dimulai dari Bangkalan, Madura. Ribuan jamaah menempuh perjalanan panjang hingga tiba di titik kumpul utama di Alun-alun Jombang. Para peserta telah berkumpul sejak selepas salat Maghrib.

Sambil menunggu pemberangkatan resmi yang dilepas oleh Bupati Jombang, rombongan terlebih dahulu beristirahat di Masjid Agung Baitul Mukminin. Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti lokasi saat para peserta bersiap melanjutkan perjalanan jalan kaki menuju Pondok Pesantren Tebuireng.

Rombongan napak tilas dipimpin langsung oleh KH Achmad Azaim Ibrohimi, cucu KH As’ad Syamsul Arifin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Setelah menempuh perjalanan kaki, rombongan tiba di Pondok Pesantren Tebuireng sekitar pukul 21.38 WIB.

Kedatangan peserta disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), beserta jajaran dzurriyah (keturunan) pendiri NU, KH Muhammad Hasyim Asy’ari.

Puncak acara berlangsung di depan Ndalem Kasepuhan. Dalam prosesi simbolik tersebut, KH Achmad Azaim Ibrohimi menyerahkan:
  1. Replika tongkat
  2. Replika tasbih
Kedua benda tersebut melambangkan restu dan amanah dari Syaikhona KH Cholil Bangkalan kepada KH Muhammad Hasyim Asy’ari untuk mendirikan Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Usai prosesi penyerahan isyarah, ribuan peserta napak tilas melaksanakan tahlil dan istighosah di pusara makam KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Doa bersama tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas perjuangan para ulama dalam mendirikan dan membesarkan NU.
“Napak tilas ini bukan sekadar berjalan kaki, melainkan ikhtiar menghidupkan kembali jejak sejarah lahirnya NU pada 1926. Ini merupakan bagian penting dari sejarah bangsa yang harus terus dikenang oleh generasi muda Nahdliyyin,” ujar salah satu koordinator lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat pengabdian jamaah terhadap Jam’iyah Nahdlatul Ulama semakin menguat serta mampu menjaga nilai-nilai tradisi pesantren yang menjadi fondasi utama berdirinya NU.

Redaksi: AR

Editor: Agl

Komentar

Tampilkan

  • Napak Tilas Satu Abad NU: Ribuan Jamaah Iringi Penyerahan Simbolik Tongkat dan Tasbih ke Tebuireng
  • 0

Bitcoin