MENU

Mobile Apps

Loreng Oranye dan Hitam Bersatu: Aksi Sosial PSHT-PP di Depan Puspa Agro Sidoarjo.

Saturday, March 7, 2026, March 07, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T15:51:01Z

SIDOARJO, Kompas Jurnal Online   – Momentum bulan suci Ramadan kembali menjadi panggung kolaborasi kemanusiaan di wilayah hukum Sidoarjo. Pada Sabtu (7/3/2026), dua organisasi besar, yakni Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sidoarjo dan Pemuda Pancasila (PP) PAC Taman, bersinergi menggelar aksi sosial pembagian takjil gratis. Kegiatan yang dipusatkan di depan Pasar Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman ini, menjadi bukti nyata bahwa perbedaan seragam bukan penghalang bagi aksi kepedulian sosial yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Aksi filantropi ini dipimpin langsung oleh jajaran komando kedua organisasi. Korlap PSHT Cabang Sidoarjo di bawah instruksi Bang Edy Wardoyo, bersama Ketua Cabang (Kacab) Bapak Priyono, tampak turun langsung ke jalan. Di sisi lain, jajaran Pemuda Pancasila PAC Taman dipimpin secara militan oleh ketuanya, Setyadi, yang akrab disapa Cak Ambon. Kehadiran para tokoh sentral ini tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga memperkuat moral pengurus dan anggota yang antusias membagikan paket berbuka kepada para pengguna jalan dan pengunjung pasar.



Secara substansial, kegiatan ini merupakan manifestasi dari rasa kepedulian sosial dan semangat kebersamaan antarorganisasi di Sidoarjo yang selama ini dikenal memiliki basis massa besar. Sinergi ini sekaligus memutus stigma negatif dengan menunjukkan sisi humanis dan religius dari masing-masing organisasi. Keberadaan jajaran pengurus dan anggota di depan Pasar Puspa Agro memberikan rasa aman dan nyaman, di mana arus distribusi takjil berlangsung secara tertib tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas di area DS. Jemundo tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Ambon menegaskan bahwa agenda ini adalah instrumen penting untuk memperkuat kohesi internal maupun eksternal. "Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan keimanan warga PSHT serta Pemuda Pancasila PAC Taman," tegas Cak Ambon secara lugas. Pernyataan ini menegaskan bahwa selain dimensi sosial, ada dimensi spiritual yang ingin dicapai, yakni peningkatan kualitas iman bagi seluruh anggota yang terlibat dalam aksi kebajikan di bulan penuh berkah ini.

Ramadan dipandang sebagai momentum paling tepat untuk melakukan akselerasi kebaikan kepada sesama. Kolaborasi antara PSHT dan Pemuda Pancasila ini secara solutif memberikan contoh bagi elemen masyarakat lainnya bahwa sinergi lintas organisasi mampu menciptakan dampak positif yang lebih luas. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan muncul inspirasi bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun perguruan pencak silat lainnya untuk terus menginisiasi kegiatan sosial yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat luas di Kabupaten Sidoarjo.



Jurnalisme faktual mencatat bahwa kehadiran PSHT dan PP di jalur strategis Taman ini disambut antusias oleh warga. Keakraban yang terjalin di lapangan antara anggota berbaju sakral hitam dan berbaju loreng oranye-hitam menjadi simbol stabilitas sosial di tingkat akar rumput. Tidak ada gesekan, yang ada hanyalah satu tujuan: memastikan warga yang sedang menempuh perjalanan saat waktu berbuka tiba dapat membatalkan puasa mereka dengan layak melalui paket takjil yang disediakan.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama dan penguatan komitmen untuk terus menjaga kondusivitas wilayah Sidoarjo. Keberhasilan aksi di depan Puspa Agro ini menjadi catatan penting bahwa ketika organisasi besar bersatu dalam kemanusiaan, maka manfaat yang dihasilkan akan terasa nyata bagi rakyat. Transformasi dari organisasi massa menjadi penggerak aksi sosial ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang terus tumbuh dan mengakar di Kecamatan Taman.

Redaksi: tEAm
Editor: bIe
Komentar

Tampilkan

  • Loreng Oranye dan Hitam Bersatu: Aksi Sosial PSHT-PP di Depan Puspa Agro Sidoarjo.
  • 0

Bitcoin