Home /
Daerah
News
Peristiwa
Proyek TPT dan Rabat Beton di Desa Kawistowindu Gresik Jadi Sorotan: Diduga Asal-asalan dan Luput Pengawasan
Proyek TPT dan Rabat Beton di Desa Kawistowindu Gresik Jadi Sorotan: Diduga Asal-asalan dan Luput Pengawasan
kompas jurnal news
Saturday, December 6, 2025, December 06, 2025 WIB
Last Updated
2025-12-06T17:31:05Z
GRESIK, Kompas Jurnal Kompas Jurnal— Kualitas pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan rabat beton di ruas Desa Kawistowindu, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik, menuai kritik tajam dari publik. Proyek senilai miliaran rupiah ini diduga dikerjakan secara asal-asalan, menimbulkan kecurigaan akan adanya kecurangan material dan teknis, serta luput dari pengawasan intensif Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik.
Detail Proyek dan Dugaan Pelanggaran
Proyek yang menjadi sorotan ini memiliki nilai fantastis sebesar Rp6.945.456.386,42 yang bersumber dari APBD Kabupaten Gresik Tahun Anggaran 2025. Proyek ini dikerjakan oleh PT Puncak Jaya Konstruksi dengan konsultan pengawas PT Mitra Cipta Engenering. Masa pelaksanaannya ditetapkan selama 112 hari kalender, terhitung sejak terbitnya SPK pada 10 September 2025.
Berdasarkan hasil pantauan langsung tim awak media pada Sabtu (6/12/2025), ditemukan indikasi kuat pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. TPT di beberapa titik terlihat pecah bahkan ambruk, sementara pengerjaan rabat beton dinilai terkesan asal-asalan.
Kondisi ini memperkuat dugaan masyarakat bahwa proyek tersebut merupakan "proyek asal-asalan" yang mengabaikan kualitas dan keselamatan struktur.
Upaya konfirmasi dan investigasi lebih lanjut terkendala ketika Roniy, pelaksana lapangan proyek tersebut, dilaporkan menghindar dan tidak bersedia ditemui oleh awak media. Sikap ini semakin menambah kecurigaan publik dan tokoh masyarakat setempat.
Seorang tokoh masyarakat Kawistowindu menegaskan harapannya agar kasus ini segera ditindaklanjuti.
“Proyek seperti ini harus diaudit agar jelas siapa yang bertanggung jawab. Jangan sampai pembangunan asal jadi dan merugikan masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat Daerah, dan pihak terkait seperti PPTK Bidang Infrastruktur untuk segera turun tangan. Audit mendalam dan penelusuran wajib dilakukan guna memastikan uang negara yang dialokasikan untuk kepentingan umum ini tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Dugaan penyalahgunaan anggaran dan material yang tidak sesuai spesifikasi harus diusut tuntas demi akuntabilitas pembangunan daerah.
Redaksi:Duduk Spy
Editor:Agl
Komentar
- Proyek TPT dan Rabat Beton di Desa Kawistowindu Gresik Jadi Sorotan: Diduga Asal-asalan dan Luput Pengawasan
- 0
