MENU

Mobile Apps

Respons Keluhan Warga, PT Indo Seafood Rembang Komitmen Perbarui Teknologi Pengolah Limbah dan Bau

Wednesday, December 17, 2025, December 17, 2025 WIB Last Updated 2025-12-17T16:11:21Z

 

Rembang, Kompas Jurnal17 Desember 2025, Manajemen PT Indo Seafood, perusahaan pengolahan hasil laut yang beroperasi di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, menyampaikan klarifikasi sekaligus langkah konkret dalam menanggapi aspirasi masyarakat terkait keluhan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas pabrik.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan, perusahaan berkomitmen memperkuat sistem mitigasi dampak lingkungan melalui pemutakhiran teknologi. Langkah ini diambil setelah manajemen mendengarkan langsung keluhan dari sejumlah warga di sekitar area operasional.

Perwakilan manajemen PT Indo Seafood, Nina, menjelaskan bahwa selama ini operasional perusahaan telah dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi baku mutu serta mengantongi izin resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Instalasi IPAL kami sebenarnya sudah sesuai standar yang berlaku. Namun, sebagai respons cepat atas keluhan warga, manajemen memutuskan untuk melakukan penyempurnaan dengan menambah instalasi mikro agar hasil pengolahan limbah dapat lebih optimal,” ujar Nina, Rabu (17/12/2025).
Selain pengolahan air limbah, perusahaan juga memprioritaskan pengendalian emisi udara. Saat ini, PT Indo Seafood telah menggunakan teknologi Deodorizer untuk menetralisir aroma. Ke depan, kapasitas sistem tersebut akan ditingkatkan secara signifikan.
“Kami akan menambah unit Deodorizer baru serta memasang tangki khusus di area internal pabrik. Langkah ini bertujuan agar potensi aroma tidak sedap dapat ditekan semaksimal mungkin sehingga tidak mengganggu kenyamanan warga,” tambahnya.
Perbaikan Ditargetkan Rampung dalam Tiga Bulan

Keseriusan perusahaan dalam melakukan perbaikan dibuktikan dengan menggandeng PT Asaki untuk mendatangkan paket peralatan teknis berteknologi mutakhir. Peralatan tersebut dijadwalkan tiba di lokasi pada awal Januari 2026. Seluruh proses instalasi dan penyempurnaan sistem diproyeksikan rampung dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Di sisi lain, PT Indo Seafood juga menegaskan perannya sebagai salah satu penopang ekonomi daerah di Kabupaten Rembang. Saat ini, perusahaan menyerap sekitar 700 tenaga kerja, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan warga lokal Kecamatan Kaliori.

Perusahaan turut menerapkan kebijakan rekrutmen yang inklusif, khususnya bagi warga Desa Banyudono, dengan memberikan prioritas tanpa persyaratan administratif yang memberatkan, seperti batasan usia maupun kualifikasi ijazah formal tertentu.

Menutup keterangannya, manajemen PT Indo Seafood mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjalin komunikasi yang harmonis. Perusahaan membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi warga yang ingin menyampaikan saran maupun keluhan secara langsung.
“Kami berharap setiap persoalan di lapangan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik. Kami selalu siap mendengar dan terus berbenah demi kebaikan bersama antara perusahaan dan masyarakat sekitar,” pungkas Nina.
Redaksi: zainuri

Editor:Agl

Komentar

Tampilkan

  • Respons Keluhan Warga, PT Indo Seafood Rembang Komitmen Perbarui Teknologi Pengolah Limbah dan Bau
  • 0

Bitcoin