Home /
Nasional
News
Peristiwa
Pelayanan Puskesmas Galis Bangkalan Dikeluhkan Warga: Pasien Memburuk hingga Dugaan Pemulangan Dini
Pelayanan Puskesmas Galis Bangkalan Dikeluhkan Warga: Pasien Memburuk hingga Dugaan Pemulangan Dini
kompas jurnal news
Wednesday, January 7, 2026, January 07, 2026 WIB
Last Updated
2026-01-07T16:33:12Z
Bangkalan, Kompas Jurnal Pelayanan kesehatan di Puskesmas Galis, Kabupaten Bangkalan, masih menjadi persoalan yang terus dikeluhkan warga. Meski telah memiliki program pelayanan kesehatan yang baik, di lapangan masih ditemui pelayanan kesehatan di tingkat paling bawah yang belum maksimal dilakukan. Hal tersebut dirasakan oleh warga yang terpaksa harus merujuk anaknya ke Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.
Seorang warga Kecamatan Galis berinisial M mengaku kecewa atas pelayanan di Puskesmas Galis, lantaran anaknya yang dirawat sejak tanggal 2/1/2026 hingga 5/1/2026 justru mengalami kondisi yang semakin memburuk.
“Bukan tambah membaik, malah tambah memburuk. Tanggal 2 masuk kondisinya dan saturasinya baik. Sekarang dikasih obat dan cairan kok malah tambah menurun saturasinya, dari 100 jadi 40. Ini salah yang sakit apa salah obat?” keluhnya, Senin (5/1/2026).
Ia juga mengeluhkan adanya indikasi penyakit tambahan setelah anaknya dirawat di Puskesmas tersebut.
“Awalnya hasil tes darah infeksi sama tifus. Setelah dua hari di sini, kok kata hasil tes darah tadi mengarah ke DBD. Pola kan enggak campur nyamuk obatnya?” imbuhnya.
Terpisah, ada pula keluarga pasien lain yang mengaku masih belum sembuh, namun sudah dipulangkan oleh petugas Puskesmas.
“Ibu saya juga dirawat di Puskesmas Galis, keadaannya masih belum sembuh sudah boleh pulang, katanya,” ungkap warga Kecamatan Galis lainnya yang enggan disebutkan namanya, Rabu (7/1/2026).
Menanggapi hal tersebut, Samiyah selaku Kepala Puskesmas Galis menyarankan agar keluarga pasien melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang bertanggung jawab agar mendapatkan penjelasan secara detail.
“Monggo silakan kalau mau tanya-tanya, keluarga pasien langsung ke puskesmas biar ketemu langsung sama dokter penanggung jawabnya,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (6/1/2026).
Kepala Puskesmas Galis yang akrab disapa Memey itu juga menjelaskan terkait indikasi tambahan penyakit yang dikeluhkan oleh pasien.
“Kalau DBD memang masa krisis masing-masing orang beda, Pak, karena DBD bukan karena infeksi. Makanya, kalau pasien DBD walaupun sudah diinfus tapi intake (makan dan minumnya) tidak banyak, bukan tambah sembuh, justru akan tambah lemas. Penandanya memang pemeriksaan darah trombosit. Tiap hari hasil trombosit akan berubah-ubah di fase kritis. Kembali ke pasien lagi, kalau tidak makan minum banyak, maka trombosit akan tambah turun, lemas, ada yang sampai perdarahan dan sampai syok,” jelasnya.
Redaksi: Aziz
Editor: Agl
Komentar
- Pelayanan Puskesmas Galis Bangkalan Dikeluhkan Warga: Pasien Memburuk hingga Dugaan Pemulangan Dini
- 0

