MENU

Mobile Apps

Efek Domino Pelat Palsu: Hafiz Mahendra Terjang Arus Gunung Sahari hingga Diamuk Massa.

Thursday, February 26, 2026, February 26, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T18:27:40Z



JAKARTA Kompas Jurnal Online  – Kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, mencekam pada Rabu (25/2/2026) sore saat sebuah Toyota Calya hitam bernomor polisi D 1640 AHB melakukan aksi ugal-ugalan ekstrem hingga melawan arus. Pengemudi yang diidentifikasi bernama Hafiz Mahendra (25) nekat memacu kendaraannya secara brutal meski telah diberikan tembakan peringatan oleh petugas kepolisian. Pelarian maut ini berakhir tragis setelah kendaraan pelaku menjadi sasaran amukan massa yang geram akibat rentetan tabrakan yang diakibatkannya sepanjang jalur pelarian.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, mengungkapkan bahwa pemicu utama aksi nekat ini adalah kepanikan pelaku saat akan diberhentikan oleh Aiptu Basri dan Aipda Jimber karena terdeteksi menggunakan pelat nomor palsu. Alih-alih kooperatif, Hafiz justru menginjak gas sedalam-dalamnya, menerjang arus lalu lintas dari arah selatan ke utara, lalu berputar-putar di kawasan Bungur Besar hingga simpang empat MBAL. Dalam manuver berbahaya tersebut, pelaku menghantam sejumlah kendaraan, termasuk seorang penumpang sepeda motor berinisial NH yang mengalami luka-luka.



Geledah cepat yang dilakukan petugas mengungkap fakta mengejutkan di balik kabin mobil pelaku. Polisi menemukan empat pasang Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor yang berbeda-beda (seri B dan G). Tak hanya soal identitas kendaraan yang kabur, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengonfirmasi temuan barang bukti berbahaya lainnya berupa dua bilah senjata tajam jenis golok dan badik, serta satu pucuk senjata api mainan. Temuan ini langsung diserahkan ke Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat untuk didalami lebih lanjut terkait potensi tindak pidana lainnya.

Saat insiden terjadi, Hafiz ternyata tidak sendirian; ia didampingi seorang wanita yang diakui sebagai kekasihnya. Keberadaan wanita ini pun menyisakan misteri lantaran ia sama sekali tidak membawa kartu identitas saat diamankan petugas. Kepada penyidik, tersangka mengaku baru saja menempuh perjalanan jauh dari Surabaya dan sempat menginap di Karawang dengan dalih ingin bertamasya ke Ancol. Meskipun aksinya sangat tidak terkendali hingga dicurigai berada di bawah pengaruh zat terlarang, hasil tes urine terhadap Hafiz menunjukkan hasil negatif narkoba.

Ekses dari "akrobat" jalanan ini menyebabkan kerusakan material yang cukup parah pada unit Toyota Calya milik pelaku serta sebuah sepeda motor korban. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun trauma mendalam dialami oleh para pengguna jalan yang nyawanya terancam oleh laju kendaraan tersangka. Tindakan warga yang sempat mengejar dan memukul kendaraan pelaku dengan helm menjadi cermin kemarahan publik atas perilaku mengemudi yang mengabaikan keselamatan nyawa orang lain.

Kini, Hafiz Mahendra telah ditetapkan sebagai tersangka dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Polisi menjeratnya dengan Pasal 311 ayat 1, 2, dan 3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dengan akumulasi pelanggaran mulai dari membahayakan nyawa orang lain, menyebabkan kerugian materiil, hingga mengakibatkan luka-luka, pemuda asal Surabaya ini terancam hukuman pidana maksimal empat tahun penjara.

Redaksi: Aziz edi

Editor: bIe

Komentar

Tampilkan

  • Efek Domino Pelat Palsu: Hafiz Mahendra Terjang Arus Gunung Sahari hingga Diamuk Massa.
  • 0

Bitcoin