MENU

Mobile Apps

Tuntut Transparansi Gizi: Wali Murid TK Desa Nepa Minta Pemerintah Evaluasi Penyedia Pangan.

Thursday, March 5, 2026, March 05, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T16:25:55Z



SAMPANG, Kompas Jurnal Online  – Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di TK Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, menuai kritik tajam dari para wali murid. Program yang digadang-gadang untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak usia dini ini dinilai tidak memenuhi standar gizi dan kurang menggugah selera.

Kekecewaan mencuat saat wali murid memantau langsung paket makanan yang dibagikan pada Kamis, 5 Maret 2026. Alih-alih mendapatkan asupan nutrisi seimbang, anak-anak justru menerima paket makanan yang didominasi menu kering.

  • Isi Paket: Tempe, tahu, potongan ayam, jeruk, dan kacang.

  • Kondisi di Lapangan: Wali murid menilai tekstur makanan yang terlalu kering membuat anak-anak kesulitan mengonsumsi dan kehilangan nafsu makan.

"Ini program untuk mendukung gizi anak, tapi yang diterima malah makanan kering yang kurang layak. Banyak anak yang tidak nafsu makan, bahkan makanannya sampai tidak habis," ungkap salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menanggapi polemik ini, pihak sekolah menyatakan bahwa posisi mereka hanya sebagai penyalur. Salah satu tenaga pendidik di TK Desa Nepa menjelaskan bahwa kendali atas komposisi menu sepenuhnya berada di tangan pihak ketiga.

"Kami hanya menerima dan membagikan. Terkait pemilihan menu dan kualitasnya, itu merupakan tanggung jawab penuh dari pihak penyedia," jelasnya.

Di sisi lain, Sanidin, pihak penyedia yang berbasis di Desa Tlagah, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi meskipun telah dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp.

Para orang tua siswa mendesak pihak berwenang, termasuk Dinas Pendidikan dan instansi terkait, untuk melakukan pengawasan ketat dan evaluasi terhadap vendor penyedia makanan. Mereka menekankan bahwa program MBG bukan sekadar menggugurkan kewajiban distribusi, melainkan investasi kesehatan bagi generasi mendatang.

"Jika program ini benar-benar untuk kebaikan anak, kualitasnya harus dijaga. Jangan sampai anggaran negara terbuang untuk makanan yang akhirnya tidak termakan oleh anak-anak," tegas wali murid lainnya. 

Program MBG yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi di tingkat sekolah dasar dan anak usia dini kini menghadapi tantangan besar dalam implementasinya di lapangan. Tanpa pengawasan yang ketat, dikhawatirkan tujuan utama program ini untuk menekan angka stunting dan memperbaiki nutrisi anak justru tidak tercapai.

Redaksi: tEAm

Editor: bIe

Komentar

Tampilkan

  • Tuntut Transparansi Gizi: Wali Murid TK Desa Nepa Minta Pemerintah Evaluasi Penyedia Pangan.
  • 0

Bitcoin