Home /
Daerah
News
Bantuan 180 Ekor Sapi dari Kemendes PDTT di Tuban Diduga Raib, Pihak Kecamatan dan Kades Mangkir dari Audiensi ABJI
Bantuan 180 Ekor Sapi dari Kemendes PDTT di Tuban Diduga Raib, Pihak Kecamatan dan Kades Mangkir dari Audiensi ABJI
kompas jurnal news
Tuesday, December 16, 2025, December 16, 2025 WIB
Last Updated
2025-12-18T16:04:55Z
Tuban, Kompas Jurnal – Polemik bantuan 180 ekor sapi pada tahun 2017 yang bersumber dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) kembali mencuat. Bantuan tersebut diterima oleh tiga desa di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, yakni Desa Patihan, Desa Ngadipuro, dan Desa Ngadirejo, yang masing-masing memperoleh 60 ekor sapi. Bantuan itu kini diduga raib dan disinyalir menjadi ajang korupsi oleh pihak-pihak penerima. Selasa (16/12/2025).
Rencana audiensi yang digelar Aliansi Alam Bersatu Jaya (ABJI) di Kantor Kecamatan Widang terpaksa gagal dilaksanakan. Pasalnya, seluruh pihak yang diundang, termasuk Camat Widang Suwarsono, S.STP, serta para kepala desa dari tiga desa penerima bantuan, tidak hadir tanpa keterangan.
Wakil Presiden ABJI, Suliono, S.H., menjelaskan bahwa kedatangan pihaknya merupakan tindak lanjut atas surat resmi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABJI yang telah dilayangkan kepada Camat Widang. Audiensi tersebut sedianya membahas dua persoalan utama, yakni dugaan hilangnya seluruh sapi bantuan hibah pemerintah pusat dan dugaan ketidaktransparanan pengelolaan dana Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA).
“Surat DPP ABJI Nomor 35/40/DPP.ABJI/XII/2025 tertanggal 1 Desember 2025 sudah jelas menyebutkan agenda audiensi hari ini bersama perangkat desa dari tiga desa tersebut. Namun sangat disayangkan, camat tidak berada di kantor dan para kepala desa juga tidak hadir. Ini terkesan ada upaya menghindari forum klarifikasi,” ujar Suliono kepada awak media.
Menurut Suliono, audiensi tersebut bertujuan untuk meminta penjelasan terkait laporan masyarakat mengenai keberadaan sapi bantuan yang nilainya cukup besar. Total 180 ekor sapi tersebut seharusnya masih dapat dipertanggungjawabkan hingga saat ini.
“Nilai bantuan itu tidak kecil. Wajar jika masyarakat menuntut kejelasan tentang ke mana sapi-sapi tersebut dan bagaimana pengelolaannya,” tegasnya.
Selain itu, ABJI juga menyoroti pengelolaan dana HIPPA yang dinilai tidak transparan. Dana yang dikelola HIPPA disebut cukup besar, namun masyarakat mengaku tidak pernah mendapatkan laporan rinci terkait penggunaannya.
“Dari keterangan warga, dana HIPPA ini seolah dikelola tertutup. Tidak ada keterbukaan kepada masyarakat, padahal dana tersebut menyangkut kepentingan bersama,” tambah Suliono.
Seorang warga Desa Ngadipuro yang akrab disapa Jepang membenarkan bahwa desanya pernah menerima 60 ekor sapi bantuan. Namun hingga kini, sapi-sapi tersebut sudah tidak ada lagi.
“Desa Ngadipuro memang dulu menerima 60 ekor sapi. Tapi sampai Selasa (16/12/2025) ini, setahu saya semuanya sudah habis. Yang tersisa hanya kandangnya saja,” ungkap Jepang.
Ia juga menyebutkan bahwa hingga kini tidak pernah ada penjelasan resmi dari pemerintah desa atau pihak terkait mengenai hilangnya sapi-sapi tersebut. Bahkan, meski kasus ini disebut-sebut pernah dilaporkan ke kejaksaan atau inspektorat, belum ada kejelasan tindak lanjut.
“Tidak pernah ada keterangan yang jelas. Katanya sudah dilimpahkan ke kejaksaan atau inspektorat, tapi sampai sekarang tidak ada kabar apa pun,” ujarnya.
Atas mangkirnya pihak kecamatan dan pemerintah desa, Suliono mengaku sangat kecewa. Ia menilai sikap tersebut justru menimbulkan kecurigaan dan pertanyaan besar di tengah masyarakat.
“Kami datang untuk mendampingi warga mencari kejelasan, tetapi camat dan para kepala desa tidak hadir tanpa pemberitahuan. Ini membuat publik bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.
Karena audiensi gagal dilaksanakan, ABJI menyimpulkan bahwa laporan masyarakat patut diduga memiliki dasar yang kuat. DPP ABJI menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan mendesak agar dugaan raibnya bantuan sapi serta pengelolaan dana HIPPA dapat diusut secara transparan dan tuntas.
“Kami menduga ada hal-hal yang disembunyikan oleh oknum terkait program bantuan sapi dan dana HIPPA. ABJI tidak akan berhenti sampai persoalan ini terbuka secara terang-benderang,” pungkas Suliono.
Redaksi: Tim
Editor:Agl
Komentar
- Bantuan 180 Ekor Sapi dari Kemendes PDTT di Tuban Diduga Raib, Pihak Kecamatan dan Kades Mangkir dari Audiensi ABJI
- 0
