MENU

Mobile Apps

Membangun Sinergi Strategis Demi Menjaga Ketersediaan Air di Pasuruan Raya

Wednesday, January 7, 2026, January 07, 2026 WIB Last Updated 2026-01-07T17:50:36Z


PASURUAN Kompas Jurnal – Dalam upaya nyata menjaga keberlanjutan sumber daya alam, Ketua Umum Ormas Formasy Praja Nusantara (FPN)  melakukan kunjungan kerja ke Kantor Asper BKPH Tosari, KPH Pasuruan pada Rabu (7/1/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut strategis atas surat administrasi KPH Pasuruan mengenai mekanisme kerja sama perlindungan sumber mata air yang telah disepakati pada akhir tahun lalu.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga konsolidasi kekuatan antara Dewan Majelis Daerah (DMD) FPN Pasuruan Raya yang dipimpin oleh Romsul Hasbawi, bersama perwakilan dari DMD Kota Batu. Dalam kesempatan tersebut, FPN memperkenalkan jaringan rekanan lembaga, termasuk LSM Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) dan Grib Jaya Pasuruan Raya, yang berkomitmen mendukung penuh program ini.

Fokus utama sinergi ini adalah:
  • Edukasi Etika Sosial: Membangun kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan air.
  • Kepatuhan Regulasi: Sosialisasi aturan perundang-undangan terkait penggunaan air tanah dan sanksi bagi pelanggarnya.
  • Pengawasan Sumber Air: Pemantauan langsung terhadap 12 titik sumber air di wilayah Tosari yang menjadi pilot project sebelum dikembangkan ke wilayah BKPH lainnya.
Dodik, Ketua Umum FPN, menegaskan bahwa tata kelola air adalah kunci dari keberlangsungan bangsa. "Bicara logistik dan ketahanan pangan tanpa memperhatikan ketersediaan air sama saja dengan membiarkan terjadinya kelumpuhan peradaban," ujarnya. Ia mengimbau agar instansi terkait seperti PU SDA, ESDM, Perhutani, hingga Aparat Penegak Hukum (APH) menghilangkan ego sektoral dan mengedepankan kolaborasi demi kepentingan nasional.

Mengadopsi keberhasilan di wilayah KPH Malang, FPN menginisiasi program SPUNCAK ARJUNA (Sejuta Pohon Untuk Catchment Area) di lereng Gunung Arjuna. Mengingat Pasuruan merupakan pusat industri, wisata, dan pertanian dengan kebutuhan air yang masif—bahkan menyuplai wilayah Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik—langkah konservasi menjadi harga mati.

Program ini dirancang secara holistik melalui:

1. Pengkayaan Tanaman: Menanam jenis pohon yang optimal mengikat air tanah.

2. Fungsi Ekologi & Ekonomi: Memilih tanaman penyerap karbon guna membuka peluang masyarakat Pasuruan terlibat dalam skema Carbon Credit. 
Komitmen Bersama untuk Kelestarian Hutan
Sejalan dengan hal tersebut, Edy Siswanto (Edy Ambon), Ketua Grib Jaya Pasuruan Raya, menekankan bahwa kelestarian air sangat bergantung pada kondisi hutan sebagai penyangga utama. Ia menyoroti kondisi hutan di Kabupaten Pasuruan yang kian memprihatinkan dan memerlukan tindakan cepat dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke kantor ATR/BPN serta diskusi bersama UPT PU SDA Pasuruan untuk mempererat silaturahmi dan mematangkan langkah teknis di lapangan. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat dan pembangunan nasional dapat terjamin secara berkelanjutan.

Redaksi: Tim

Editor: Agl

Komentar

Tampilkan

  • Membangun Sinergi Strategis Demi Menjaga Ketersediaan Air di Pasuruan Raya
  • 0

Bitcoin