MENU

Mobile Apps

BEM PTNU Jawa Tengah Resmi Dilantik, Teguhkan Gerakan Mahasiswa Nahdliyin Progresif dan Berkelanjutan

Sunday, September 7, 2025, September 07, 2025 WIB Last Updated 2025-09-08T02:37:02Z


Semarang, Kompas Jurnal  5 September 2025 – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Jawa Tengah resmi melantik pengurus barunya dalam acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang digelar di Gedung PWNU Jawa Tengah, Rabu (4/9/2025). Acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa Nahdliyin dari berbagai daerah di Jawa Tengah serta seluruh Banom NU. Turut hadir pula perwakilan Kapolda Jawa Tengah dan Kesbangpol Jawa Tengah. Puncak kegiatan ditutup dengan istighotsah memohon keselamatan dan kemaslahatan bangsa Indonesia, yang dipimpin langsung oleh Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidullah Shodaqoh.

Kegiatan ini mengusung tema besar “Memperkuat Gerakan Mahasiswa Nahdliyin: Sustainability and Social Justice, Kontribusi Nyata untuk Indonesia Maju.” Tema tersebut menegaskan komitmen gerakan mahasiswa NU untuk tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi kemajuan bangsa.

Dalam sambutannya, Koordinator Wilayah BEM PTNU Jawa Tengah, Saaik Hisyam Ashari, menegaskan pentingnya peran strategis mahasiswa sebagai agen intelektual dan penggerak masyarakat. “Di tengah dinamika global dan tantangan nasional—seperti disrupsi teknologi, ketimpangan sosial, dan penguatan demokrasi—mahasiswa Nahdliyin harus hadir dengan solusi berbasis keilmuan, kearifan lokal, dan semangat rahmatan lil ‘alamin” ujarnya.

Hisyam menambahkan bahwa momen pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik tolak untuk memperteguh komitmen gerakan yang progresif, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Pembina Wilayah BEM PTNU Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Musahadi, dalam pidatonya menekankan pentingnya memperkuat identitas gerakan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa BEM PTNU Jateng harus menjadi garda depan perubahan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai NU dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

“Peran kalian adalah menjembatani tradisi keilmuan pesantren dengan inovasi mahasiswa demi kemaslahatan umat. Orientasi kita harus jelas: pendidikan, ekonomi kreatif, dan keberlanjutan lingkungan” pesan Prof. Musahadi.

Kehadiran perwakilan Kapolda Jawa Tengah dan Kesbangpol Jawa Tengah dalam acara tersebut menunjukkan adanya dukungan dan apresiasi dari aparatur negara terhadap peran strategis mahasiswa Nahdliyin dalam menjaga kerukunan sekaligus berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Acara mencapai puncaknya dengan istighotsah yang dipimpin secara khidmat oleh KH. Ubaidullah Shodaqoh. Doa-doa dipanjatkan demi keselamatan, kedamaian, dan kemajuan Indonesia. Momentum spiritual ini mengingatkan semua pihak bahwa setiap langkah perubahan dan pembangunan harus senantiasa dilandasi nilai-nilai ketuhanan dan spiritualitas.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan mahasiswa yang transformatif dan relevan dengan kebutuhan zaman, namun tetap berpijak pada prinsip ke-NU-an, yaitu al-muhafadzah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah (melestarikan tradisi baik dan mengadopsi inovasi yang lebih relevan).

Dengan semangat “Innovate and Inspire: Membangun SDM Unggul dengan Semangat Aswaja” serta “Sustainability and Social Justice” BEM PTNU Jawa Tengah meneguhkan langkah baru dalam gerakan mahasiswa Nahdliyin untuk Indonesia yang lebih maju.

Redaksi: Sanek
Editor: FJ
Komentar

Tampilkan

  • BEM PTNU Jawa Tengah Resmi Dilantik, Teguhkan Gerakan Mahasiswa Nahdliyin Progresif dan Berkelanjutan
  • 0

Bitcoin