Home /
Daerah
News
Program Sapi Bantuan Kemendes di Tuban Diduga Jadi Ajang Korupsi, Ratusan Ekor Sapi Raib dan Dana Miliaran Masuk Rekening Pribadi
Program Sapi Bantuan Kemendes di Tuban Diduga Jadi Ajang Korupsi, Ratusan Ekor Sapi Raib dan Dana Miliaran Masuk Rekening Pribadi
kompas jurnal news
Saturday, December 13, 2025, December 13, 2025 WIB
Last Updated
2025-12-13T16:34:30Z
Tuban, Kompas Jurnal – Bantuan 180 ekor sapi yang bersumber dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada tahun 2017 di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, diduga kuat disalahgunakan. Bantuan tersebut dialokasikan untuk tiga desa, yakni Desa Ngadipuro, Desa Ngadirejo, dan Desa Patihan, yang masing-masing menerima 60 ekor sapi beserta bantuan kandang. Namun, program tersebut diduga dijadikan ajang korupsi oleh oknum pengelola BUMDESMA di desa penerima, dengan nilai kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Sabtu (13/12/2025).
Diketahui, bantuan sapi di Desa Patihan tidak dikelola oleh pihak desa setempat. Seluruh bantuan tersebut kemudian diserahkan kepada BUMDESMA Desa Ngadirejo untuk dikelola. Dengan demikian, Desa Ngadirejo secara langsung menerima total 120 ekor sapi. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan jumlah sapi di kandang kini hanya tersisa sekitar 20 ekor, sementara sisanya diduga telah dijual oleh Tholib selaku Ketua BUMDESMA Desa Ngadirejo.
Saat dikonfirmasi awak media beberapa bulan lalu di kediamannya, Tholib mengakui bahwa sapi yang tersisa hanya 29 ekor. Ia beralasan penjualan dilakukan karena tidak adanya anggaran perawatan dan khawatir sapi-sapi tersebut mati sia-sia.
“Memang dari total 120 ekor sapi, hanya menyisakan 29 ekor karena dijual,” ujar Tholib.
Persoalan tidak berhenti di situ. Uang hasil penjualan sapi bantuan yang nilainya ditaksir mencapai miliaran rupiah disebut-sebut masuk ke rekening pribadi istri Tholib. Ketika ditanya mengenai keberadaan rekening kelompok masyarakat (Pokmas), Tholib menyatakan tidak ada rekening khusus Pokmas.
“Tidak ada, semua masuk ke rekening pribadi istri saya, dan saya mencatat seluruh transaksi tersebut,” katanya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait keberadaan Pokmas yang seharusnya mengelola bantuan tersebut. Publik mempertanyakan apakah Pokmas benar-benar terbentuk atau hanya bersifat fiktif demi meloloskan pencairan bantuan sapi.
Hingga berita ini diturunkan, tim wartawan menyatakan akan segera membuat laporan resmi kepada aparat penegak hukum guna menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut.
(Tim Wartawan)
Komentar
- Program Sapi Bantuan Kemendes di Tuban Diduga Jadi Ajang Korupsi, Ratusan Ekor Sapi Raib dan Dana Miliaran Masuk Rekening Pribadi
- 0
