Home /
Daerah
News
Proyek Irigasi Cidurian Rp49,7 Miliar di Tangerang Disorot: Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Beton Saluran Tampak Berongga
Proyek Irigasi Cidurian Rp49,7 Miliar di Tangerang Disorot: Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Beton Saluran Tampak Berongga
kompas jurnal news
Monday, December 15, 2025, December 15, 2025 WIB
Last Updated
2025-12-15T15:24:44Z
Tanggerang, Kompas Jurnal — Pembangunan jaringan irigasi utama yang membentang di lima kecamatan, yakni Sukamulya, Kresek, Balaraja, Kemiri, dan Gunung Kaler, saat ini menjadi sorotan. Proyek tersebut merupakan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Cidurian Kabupaten Tangerang yang bersumber dari dana APBN melalui DIPA SNVT, di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWSC3).
Proyek ini memiliki Nomor Kontrak HK.0201/03/Zz.02.2/2025 tertanggal 4 Juli 2025, dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender dan nilai kontrak sebesar Rp49.761.001.874,00. Pelaksana proyek adalah PT Dutaraya Dinametro, dengan pengawasan lapangan oleh konsultan individu.
Namun, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, pelaksanaan proyek tersebut diduga tidak dilakukan sesuai spesifikasi teknis. Media menemukan sejumlah kejanggalan, di antaranya beton saluran irigasi yang tampak berongga dan tidak ditopang pemadatan tanah yang memadai. Kondisi ini menyebabkan adanya rongga besar di bawah struktur beton, yang berpotensi mengakibatkan retak bahkan patahnya bangunan.
Diduga, pekerjaan dilakukan secara terburu-buru untuk mengejar target penyelesaian menjelang musim hujan, sehingga aspek kualitas dan ketahanan bangunan kurang diperhatikan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap umur teknis dan kekuatan struktur irigasi, mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran negara dengan nilai yang cukup besar.
Saat awak media mencoba melakukan konfirmasi di lapangan, sejumlah pihak terkait memilih bungkam dan enggan memberikan keterangan, meskipun terdapat dugaan pelanggaran dalam proses pelaksanaan pekerjaan.
Atas kondisi tersebut, BBWSC3 diminta untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk audit mutu pekerjaan, serta memverifikasi dugaan ketidaksesuaian pelaksanaan proyek dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Pengawasan yang ketat dinilai sangat penting agar setiap kesalahan di lapangan dapat segera diperbaiki, termasuk dengan membongkar dan mengulang pekerjaan yang tidak sesuai, bukan justru membiarkannya.
Pengawasan sejak tahap awal hingga akhir pelaksanaan proyek merupakan bentuk kontrol dan pencegahan dini terhadap potensi kesalahan kontraktor, sekaligus untuk memastikan kualitas pembangunan infrastruktur irigasi yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Redaksi: Ysf
Editor:Agl
Komentar
- Proyek Irigasi Cidurian Rp49,7 Miliar di Tangerang Disorot: Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Beton Saluran Tampak Berongga
- 0
