Pembangkangan Aturan? Diminta Bongkar Beton Cempolong, RS Lavalette Malah Poles Pakai Cat.
MALANG, Kompas Jurnal Online – Dugaan praktik komersialisasi trotoar di kawasan sekitar Rumah Sakit Lavalette kembali mencuat ke permukaan. Sejumlah pejalan kaki mengeluhkan akses yang terhalangi akibat keberadaan lapak pedagang serta peletakan beton cempolong yang diduga tidak sesuai dengan fungsi trotoar sebagai ruang publik bagi pejalan kaki.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian trotoar di depan dan sekitar rumah sakit tersebut ditempati oleh pedagang yang diduga berjualan tanpa izin resmi. Kondisi ini membuat ruang gerak pejalan kaki semakin sempit. Bahkan, beberapa warga mengaku terpaksa berjalan di badan jalan atau mencari jalur alternatif yang dinilai kurang aman.
“Saya sering datang ke RS Lavalette untuk menjenguk keluarga. Baru-baru ini trotoar jadi semakin sempit karena banyak pedagang dan beton cempolong di sana, padahal trotoar seharusnya untuk pejalan kaki,” ujar S.A., salah satu warga yang kerap melintas di kawasan tersebut.
Penertiban terhadap penggunaan trotoar sebenarnya telah memiliki dasar hukum. Hal ini merujuk pada Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum dan Lingkungan, yang mengatur larangan berjualan di trotoar dan fasilitas umum serta kewajiban menjaga ketertiban dan estetika ruang publik.
Selain itu, ketentuan juga mengacu pada Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 01 Tahun 2000 tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima, yang menyatakan bahwa pedagang hanya diperbolehkan beraktivitas di lokasi yang telah ditentukan oleh wali kota dan dilarang menggunakan trotoar, jalur hijau, maupun fasilitas umum tanpa izin khusus.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat sebelumnya diberikan teguran untuk membongkar beton cempolong, pihak rumah sakit justru melakukan renovasi dengan mengecat seluruh permukaan beton tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait mengenai status pedagang kaki lima maupun dasar hukum pemasangan beton cempolong di lokasi tersebut.
- Pembangkangan Aturan? Diminta Bongkar Beton Cempolong, RS Lavalette Malah Poles Pakai Cat.
- 0
