MENU

Mobile Apps

Dukung Pembangunan Daerah, LPK-RI Gresik Usulkan Video Edukasi Sejarah Nama Wilayah dalam Audiensi dengan Disparekraf

Thursday, December 4, 2025, December 04, 2025 WIB Last Updated 2025-12-04T15:03:13Z

 

Gresik, Kompas Jurnal — Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI) DPC Kabupaten Gresik terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program pembangunan daerah. Komitmen ini diwujudkan melalui audiensi resmi bersama Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (DISPAREKRAFBUDPORA) Kabupaten Gresik yang digelar hari ini.

Kepala Dinas, drg. Saifudin Ghozali, awalnya dijadwalkan hadir, namun karena harus mengikuti rapat mendadak bersama Bupati Gresik, beliau menugaskan Ibu Kurin, selaku Kabid DISPAREKRAFBUDPORA, untuk menerima langsung gagasan dan usulan dari LPK-RI.

Audiensi berlangsung kondusif dan produktif, membahas berbagai peluang kerja sama antara LPK-RI dan Disparekraf, terutama terkait edukasi masyarakat, penguatan literasi sejarah, hingga pelayanan wisata yang ramah konsumen.

Dalam forum tersebut, Ketua LPK-RI DPC Gresik,
Gus Aulia, SE., SH, MM, M.Ph, menyampaikan usulan pembuatan video atau film pendek edukasi yang memuat sejarah nama-nama kecamatan maupun desa di Kabupaten Gresik.
Usulan tersebut sekaligus mendorong adanya karya tertulis dan rekam jejak digital bagi generasi penerus.
“Kami berharap Disparekraf dapat membuat inovasi berupa tayangan edukasi sejarah nama-nama wilayah, baik kecamatan maupun desa. Ini penting sebagai karya tertulis maupun rekam digital agar generasi mendatang dapat memahami akar sejarah daerahnya,” ujar Gus Aulia kepada Ibu Kurin.
Program ini dinilai sangat relevan dengan pengembangan ekowisata, penguatan budaya lokal, serta peningkatan daya tarik konten digital kreatif yang menjadi fokus pembangunan Gresik.

LPK-RI DPC Gresik menegaskan dukungannya terhadap berbagai program strategis Pemerintah Kabupaten Gresik sebagaimana tertuang dalam Nawa Karsa 9 Navigasi kepemimpinan Bupati Gus Yani dan Wakil Bupati dr. Alif (2024–2029).

Ringkasan Nawa Karsa:
  1. Gresik Tuntas – peningkatan layanan publik, digitalisasi desa, Kios Pelayanan Publik, dan sistem terpadu GISS
  2. Gresik Seger – kesejahteraan sosial, bantuan panti, program Santri Gresik, perlindungan pekerja migran.
  3. Gresik Mapan – strategi infrastruktur, pasar tematik modern, penguatan transportasi, revitalisasi akses kota.
  4. Gresik Agropolitan – pemberdayaan petani dan nelayan, komoditas unggulan, serta peningkatan kualitas RPH–RPU.
  5. Gema Karya – ekonomi kreatif, HUB Gresik, bengkel pemuda, pelatihan bersertifikat BNSP, serta pemberdayaan UMKM.
  6. Gresik Cemerlang – pendidikan unggul, beasiswa, peningkatan kualitas guru, sarana pendidikan, literasi digital.
  7. Gresik Sehati – layanan kesehatan, UHC, peningkatan fasilitas puskesmas, posyandu, dan program gizi.
  8. Gresik Barokah – penguatan karakter pemuda, kesalehan sosial, pencegahan narkoba & HIV/AIDS, pemberdayaan masyarakat.
  9. Pesona Gresik – revitalisasi ekowisata desa, naturalisasi bekas tambang, pejalan kaki, alun-alun, dan industri hijau.
LPK-RI menilai keseluruhan program tersebut membutuhkan kolaborasi lembaga masyarakat untuk memperkuat edukasi masyarakat dan memaksimalkan manfaat bagi warga.

Dalam audiensi tersebut, LPK-RI menyampaikan kesiapan untuk:
  • mendukung penyebarluasan program-program Disparekraf,
  • Memperkuat edukasi wisata aman dan ramah konsumen,
  • serta berkolaborasi dalam peningkatan literasi sejarah dan budaya lokal.
Ibu Kurin menyambut baik dan mengapresiasi seluruh usulan tersebut. Ia juga menyatakan bahwa Disparekraf siap membahas langkah-langkah teknis dalam pertemuan lanjutan bersama pimpinan.

Audiensi ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan harapan agar kerja sama ini memberi manfaat bagi masyarakat Gresik.

Redaksi: Asis

Editor:Agl

Komentar

Tampilkan

  • Dukung Pembangunan Daerah, LPK-RI Gresik Usulkan Video Edukasi Sejarah Nama Wilayah dalam Audiensi dengan Disparekraf
  • 0

Bitcoin