MENU

Mobile Apps

Ketua Umum DPP Madas Bantah Terlibat Pengusiran Nenek Elina: Tindakan Oknum Terjadi Sebelum Masuk Organisasi

Saturday, December 27, 2025, December 27, 2025 WIB Last Updated 2025-12-27T16:03:04Z

 

Surabaya, Kompas Jurnal — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Masyarakat Madura Asli (Madas), Moh. Taufik, membantah keras keterlibatan organisasinya dalam dugaan pengusiran paksa terhadap Nenek Elina Widjajanti (80) dari rumahnya tanpa putusan pengadilan.

Peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025 tersebut sempat viral di media sosial, menuai kecaman publik, serta menarik perhatian Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Menanggapi hal itu, Taufik menyampaikan keprihatinannya, namun menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak ada kaitannya dengan Madas.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Saya pribadi sebagai Ketua Umum Madas merasa prihatin, namun kami tegaskan bahwa peristiwa tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan organisasi kami,” ujar Taufik saat dikonfirmasi, Jumat (26/12).
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar lima bulan lalu dan tidak melibatkan struktur maupun anggota resmi Madas. Menurutnya, tidak ada satu pun atribut organisasi yang digunakan dalam kejadian tersebut.
“Peristiwa itu terjadi pada Agustus 2025. Artinya, kurang lebih lima bulan lalu dan tidak ada hubungannya dengan Madas. Bahkan yang bersangkutan, berinisial MY, saat itu belum menjadi anggota. Ia baru tercatat sebagai anggota mitra SK pada Oktober 2025,” jelasnya
Taufik menambahkan, pihaknya telah melakukan klarifikasi internal melalui Mahkamah Kehormatan Etik Madas. Hasilnya menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak membawa nama organisasi dan tidak mengenakan atribut Madas saat kejadian berlangsung.
“Yang bersangkutan sudah kami nonaktifkan sementara sambil menunggu proses hukum. Kami tidak mentoleransi tindakan amoral, premanisme, maupun sikap arogan,” tegasnya.
Ia juga membantah tudingan bahwa pelaku mengaku sebagai anggota Madas atau menggunakan atribut organisasi. Menurutnya, pakaian yang dikenakan hanya bertuliskan “Gong Xi Fatcai 2025” dan sama sekali tidak menunjukkan identitas Madas.
Terkait pihak-pihak lain yang berada di lokasi kejadian, Taufik menyebut mereka bukan bagian dari Madas. “Mereka adalah orang-orang luar yang dibawa oleh seseorang bernama Samuel. Jadi, framing yang menyebut Madas terlibat itu tidak benar,” katanya.
Lebih lanjut, Taufik mengungkapkan bahwa pihaknya sempat berupaya menemui Nenek Elina sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons.
“Kami tetap beritikad baik. Karena tidak diterima, santunan yang telah kami siapkan akhirnya disalurkan kepada warga yang membutuhkan,” pungkasnya.
Taufik menegaskan, secara organisasi Madas menolak segala bentuk premanisme dan berkomitmen mendukung proses hukum yang berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Redaksi: Asis

Editor:Agl
Komentar

Tampilkan

  • Ketua Umum DPP Madas Bantah Terlibat Pengusiran Nenek Elina: Tindakan Oknum Terjadi Sebelum Masuk Organisasi
  • 0

Bitcoin