MENU

Mobile Apps

Lamongan Menuju Kota Inklusif: Membangun Kemandirian Difabel Tanpa Batas

Wednesday, December 3, 2025, December 03, 2025 WIB Last Updated 2025-12-03T17:36:20Z

 

Lamongan Kompas Jurnal—Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam isu inklusivitas. Bukan sekadar wacana, Pemkab Lamongan secara nyata fokus pada pemberdayaan penuh penyandang disabilitas (difabel), memastikan mereka dapat berpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.

Melampaui Batasan Fisik: Program Holistik Lamongan
Dukungan Pemkab Lamongan diwujudkan dalam program-program yang menyeluruh, mencakup pengembangan bakat, keterampilan, hingga penguatan hak-hak dasar:
  • Peningkatan Kompetensi: Pelatihan keterampilan dan kewirausahaan, bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi.
  • Pengembangan Talenta: Lomba minat dan bakat, pengembangan bakat spesifik, serta dukungan penuh dalam ajang olahraga seperti Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparpeprov).
  • Akses dan Hak: Pemberian bantuan keuangan, serta memastikan akses pendidikan inklusif yang setara.
Wadah Partisipasi: Forum FP2HD
Untuk menjamin suara dan hak-hak difabel terpenuhi, Pemkab Lamongan telah membentuk Forum Perlindungan dan Pemenuhan Hak Disabilitas (FP2HD). Forum ini menjadi wadah resmi bagi para penyandang disabilitas untuk menyalurkan aspirasi dan berpartisipasi aktif dalam perumusan kebijakan, mewujudkan lingkungan yang benar-benar inklusif.
Puncak Kreativitas: "Festifal Difabel" 2025
Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 akan menjadi momen spesial. Lamongan akan menggelar "Festifal Difabel" pada 9 Desember 2025 di Pendopo Lokatantra. Acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan panggung besar bagi talenta difabel melalui berbagai lomba, di antaranya:
  •  Menyanyi
  •  Melukis
  •  Ketangkasan
  •  Vlog
  •  Fashion Show
 Tujuan Utama: Mengasah Keterampilan dan Kontribusi
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Farah Damayanti Zubaidah, menegaskan filosofi di balik semua inisiatif ini: memberdayakan.
 "Tujuan utamanya adalah menjaring, mengidentifikasi, hingga mengasah keterampilan yang dimiliki penyandang disabilitas di Lamongan. Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus mendukung pemberdayaan difabel. Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk memberikan hak dan kontribusi kepada masyarakat," ujar Farah Damayanti Zubaidah.
Salah satu program yang menonjol adalah inovasi Disabilitas Mandiri Terlindungi (Tas Mantri) dari Puskesmas Turi. Program ini berfokus pada layanan kesehatan di rumah (Home Care Service / HCS) sebanyak dua kali seminggu, didampingi pelatihan caregiver secara berkala. Inovasi ini juga menyalurkan bantuan alat penunjang kesehatan, seperti tensimeter, alat bantu mobilisasi, dan alat laboratorium sederhana kepada 15 orang difabel setiap tahunnya.

Melalui program-program nyata dan inovatif, Lamongan berkomitmen menjadikan keberagaman sebagai kekuatan.
 
Redaksi:Yoyon

Editor:Agl

Komentar

Tampilkan

  • Lamongan Menuju Kota Inklusif: Membangun Kemandirian Difabel Tanpa Batas
  • 0

Bitcoin