MENU

Mobile Apps

Klarifikasi DPKP dan Pengelola: Program Ketahanan Pangan Bantar Panjang Tidak Terbengkalai

Friday, January 2, 2026, January 02, 2026 WIB Last Updated 2026-01-02T15:25:38Z

Tangerang,  Kompas Jurnal– Informasi yang berkembang terkait pengelolaan lahan ketahanan pangan di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, mendapat penjelasan langsung dari berbagai pihak, di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang serta pihak pengelola lahan.


Penjelasan tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran yang utuh kepada masyarakat sekaligus menyampaikan sejumlah persepsi yang dinilai kurang tepat terkait kondisi aktual di lapangan.

Kepala Bidang Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian DPKP Kabupaten Tangerang, Bambang Purnama, menjelaskan bahwa kondisi lahan jagung di wilayah tersebut tidak mengalami gagal panen dan saat ini masih dalam tahap kemajuan. Ia menyebutkan, faktor cuaca ekstrem serta karakteristik tanah menjadi tantangan yang wajar dalam proses pertanian.


“Setiap tahapan penanaman harus dilakukan secara selektif. Namun kami dapat sampaikan bahwa pengolahan lahan telah dilakukan secara maksimal dan sistematis, dengan memperhatikan karakteristik unsur tanah,” ujar Bambang, Rabu (31/12/2025).
Hal senada disampaikan Staf Bidang Sarana Pertanian DPKP Kabupaten Tangerang, Sjahrir. Menurutnya, dalam praktik pertanian, pencapaian hasil panen sempurna tanpa kendala merupakan hal yang jarang terjadi, terutama pada kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini.
“Faktor cuaca sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Namun hal itu merupakan bagian dari dinamika pertanian yang wajar,” jelasnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Riswan Nurjaman menegaskan bahwa pemberitaan yang menyebut lahan tersebut terbengkalai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Menurutnya, pengelolaan lahan justru dilakukan secara serius dan terencana oleh pihak ketiga yang berpengalaman di bidang pertanian.
“Dalam praktik pertanian, terutama di tengah cuaca ekstrem, tantangan tentu ada. Namun apa yang terjadi di lokasi ini jauh dari gambaran gagal panen. Pengelolaan lahan dilakukan dengan baik dan profesional,” ungkap Riswan.
Dari pihak pengelola, Direktur Utama PT MSD Corpora, Made Suardika Dwipayana, menjelaskan bahwa keberadaan rumput pembohong di kawasan lahan bukan bentuk pembiaran, melainkan bagian dari strategi pengelolaan tanah. Menurutnya, rumput tersebut berfungsi menjaga struktur tanah agar tidak mudah tergerus air hujan.
“Rumput sengaja dipertahankan untuk menjaga struktur tanah. Setelah masa panen, vegetasi tersebut akan diolah kembali menggunakan dekomposer sebagai pupuk alami,” jelas Made.
Ia menambahkan, rumput yang tumbuh di sekitar lahan juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak bagi peternak binaan di sekitar lokasi. Seluruh tahapan, mulai dari pembukaan lahan, penanaman bibit sejak Oktober, hingga perawatan rutin, telah dilaksanakan secara terencana dan terukur.
“Seluruh pembiayaan kegiatan, mulai dari pengolahan lahan, pemupukan hingga pemeliharaan, ditanggung oleh pihak kami sebagai mitra pelaksana, bekerja sama dengan Polri serta melibatkan masyarakat setempat,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyampaikan bahwa sebagian lahan jagung telah memasuki masa panen dan direncanakan akan dipanen pada Januari mendatang. Ia menegaskan bahwa pola tanam dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari strategi jangka pendek, menengah, dan panjang.

Dengan adanya penjelasan dari berbagai pihak ini, informasi yang berkembang terkait kondisi lahan ketahanan pangan di Desa Bantar Panjang dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi faktual di lapangan.

Meski demikian, seluruh pihak tetap mengapresiasi perhatian dan kepedulian masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program. Hal tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan program ketahanan pangan yang transparan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Redaksi: Team

Editor: Agl

Komentar

Tampilkan

  • Klarifikasi DPKP dan Pengelola: Program Ketahanan Pangan Bantar Panjang Tidak Terbengkalai
  • 0

Bitcoin