Home /
Daerah
News
Getaran Mirip Gempa di Gresik: Rumah Warga Retak Terdampak Blasting Proyek Industrial Park
Getaran Mirip Gempa di Gresik: Rumah Warga Retak Terdampak Blasting Proyek Industrial Park
kompas jurnal news
Wednesday, December 3, 2025, December 03, 2025 WIB
Last Updated
2025-12-03T16:35:24Z
GRESIK, 3 Desember 2025 Kompas Jurnal— Gejolak proyek pembangunan PT. Bungah Industrial Park (BIP) di Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, memasuki babak baru. Setelah sebelumnya diterpa isu sengketa lahan warga dan penolakan pembongkaran makam keramat, kini aktivitas pemerataan lahan menggunakan peledak (blasting) oleh perusahaan tersebut telah menyebabkan keretakan pada puluhan rumah warga di sekitarnya.
Aktivitas blasting yang memanfaatkan detonator ini dilakukan PT. BIP untuk memecah material keras di lahan perbukitan. Namun, intensitas ledakan pada hari Minggu (30/11/2025) dinilai warga jauh lebih keras dari biasanya, memicu kerusakan struktural pada bangunan.
"Saya Kira Gempa Bumi"
Dampak paling parah dirasakan oleh warga di empat RT di Dusun Pereng Kulon, Desa Melirang: RT 25, RT 27, RT 28, dan RT 29. Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah tinggal, tetapi juga meluas hingga ke fasilitas umum seperti gedung TPQ dan Musala.
Rahman, salah satu warga Dusun Pereng Kulon, menceritakan kengerian saat ledakan terjadi.
"Sejak hari Minggu siang sekitar pukul 12.30 WIB, ledakan terjadi dua kali, dan getaran terasa lebih keras dari sebelum-sebelumnya. Tembok rumah saya di beberapa titik pun langsung retak-retak," kata Rahman, Senin (1/12/2025).
Warga bahkan menggambarkan suara dan getaran yang ditimbulkan mirip seperti gempa bumi. "Awalnya saya kira gempa bumi, karena sebelumnya tidak sekeras kemarin. Ternyata itu dari aktivitas pemerataan lahan PT. BIP," tambahnya.
Perusahaan Janji Ganti Rugi, Warga Minta Daya Ledak Dikurangi
Menanggapi laporan kerusakan ini, Project Manager PT. Bungah Industrial Park, Teguh Wisnu, mengakui adanya dampak getaran dari peledakan. Ia menegaskan, pihak perusahaan segera menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan bertemu perwakilan warga serta Pemerintah Desa (Pemdes).
"Kami sudah menurunkan tim untuk mengecek ke lokasi rumah yang terdampak detonator. Kami mengakui bahwa keretakan rumah warga itu diakibatkan oleh getaran peledakan," jelas Teguh.
Ia berjanji bahwa perusahaan akan bertanggung jawab penuh dan memberikan ganti rugi terhadap rumah warga yang retak akibat blasting. Ganti rugi akan disalurkan setelah Ketua RT dan Kepala Dusun (Kasun) selesai melakukan pendataan rumah-rumah yang terdampak.
Namun, di samping tuntutan ganti rugi, warga juga menyampaikan permintaan tegas agar daya ledak aktivitas blasting dikurangi secara signifikan. Mereka khawatir intensitas ledakan yang tinggi akan semakin merusak bangunan dan mengganggu ketentraman warga yang berada sangat dekat dengan lokasi proyek.
Kasus keretakan rumah ini menambah daftar panjang polemik yang menyertai proyek pembangunan kawasan industri tersebut, menyoroti pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan mitigasi dampak sosial.
Redaksi:Eko
Editor:Agl
Komentar
- Getaran Mirip Gempa di Gresik: Rumah Warga Retak Terdampak Blasting Proyek Industrial Park
- 0
